Masjid Ampel,Saksi Pendakwah di tanah Jawa (Bagian Pertama)

0
9
Bis Damri Bungurasih Perak

Bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, harus tidak asing dengan salah satu sunan (wali) dari 9 (sembilan) sunan yang menjadi pengkhotbah di tanah Jawa. Secara umum mereka lebih dikenal sebagai guardian songo (sembilan wali). Nah, jika ada petualang waktu, cobalah menebang salah satu peninggalan sunan di Surabaya yang berada di utara Surabaya. Relik tersebut tidak lain adalah masjid kuno Sunan Ampel atau Raden Rahmad, bisa disebut Masjid Ampel singkat. Sunan Ampel sendiri adalah putra Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) yang makamnya berada di tengah Kabupaten Gresik.

Masjid Ampel Surabaya

Masjid Ampel Surabaya

Sekitar plus minus 1 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi dari perbatasan Kabupaten Gresik atau Sidoarjo. Disebut Masjid Ampel itu sendiri karena lokasi masjid dan makanan di desa Ampel, Surabaya. Mari kita lihat coretan petualang, lihat spot spot, Masjid Ampel.

Jika para petualang ingin pergi ke Masjid Ampel ada banyak cara untuk sampai ke sana, salah satunya adalah dengan bus. Jika bus dari jalur selatan dan Pantura biasanya petualang akan berhenti di Terminal Bungurasih (Purabaya), dari terminal ini Petualang dapat naik bus Damri di Terminal Tanjung Perak. Jika tidak salah, saat ini (2015) untuk tarif AC sebesar Rp6.000 untuk non Ac 4.000. Yang perlu dilakukan para petualang adalah berhenti di Jalan Jakarta. Dari sana para Petualang dapat naik angkot menuju Masjid Sunan Ampel / jalan KH Mas Mansur.

Bus Damur Bungurasih Perak

Bus Damur Bungurasih Perak

Tetapi jika dari Terminal Osowilangun, Anda bisa naik angkot hijau. Turun di Jembatan Merah Plaza (JMP). Kemudian Anda bisa naik angkot ke KH. Mas Mansur. Atau naik becak sekitar 10.000. Mudah, bukan? Dari penelitian di masjid Ampel, ternyata jamaah yang datang lebih banyak rombongan (dengan bus) jemaah dari makam sunan Ampel dari berbagai daerah, baik di provinsi ke luar Jawa. Biasanya para peziarah ini tidak lulus KH. Namun Mansyur berkumpul di area parkir di sebelah timur masjid Ampel, di jalan Nyamplungan. Dan tahukah Anda, ternyata nama jalan Mas Mansyur sendiri berasal dari tokoh nasional yang makamnya berada di area Masjid Ampel. Tentunya petualang ingat siapa pahlawan nasional KH Mas Mansur.

Makam KH Mas Mansyur

Makam KH Mas Mansyur

Untuk kendaraan pribadi bisa lewat di mana saja, untuk parkir bisa di area parkir bus atau masuk melalui pertukangan. Petualang Goresan Tak sengaja mendarat di jalan KH Mas Mansyur, sehingga saat berseluncur melewati jalan pertukangan dan parkir di sebelah barat masjid. Bagi mereka yang menggunakan transportasi umum, setibanya di jalan Mas Mansyur, para petualang dapat memasuki lorong apa pun, karena semuanya terhubung ke pasar Masjid Ampel.

Membandingkan lokasi saat ini dengan masjid Ampel dan yang asli (sebelum diperluas) Masjid Ampel tidak sebesar yang terlihat sekarang. Itu karena aera masjid telah mengalami pelebaran ke arah timur karena banyaknya jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru nusantara. Keberadaan Masjid Ampel itu sendiri berada tepat di tengah kompleks perumahan yang padat penduduk. Sehingga para petualang jika pergi ke masjid Ampel akan menemukan banyak kegiatan warga setempat baik kios / toko maupun rumah pribadi.

Pojok jalan Masjid Ampel

Pojok jalan Masjid Ampel

Ini berbeda sehingga membandingkannya dengan Masjid Agung Semarang (pasar Johar) dan masjid agung Cirebon yang cenderung lebih luas karena ada alon-alon. Kembali ke masjid Ampel, karena zaman dan populasi, menyebabkan masjid Ampel itu sendiri menjadi seperti masjid tengah desa. Sama seperti keberadaan masjid Sunan Kali Jaga dan Masjid Pekayun di Semarang. Selain kompleks masjid Ampel itu sendiri, ada tempat-tempat khusus yang sebagian besar dikunjungi oleh para peziarah, yaitu makam Sunan Ampel, makam mbah saleh, makam Mbah Bolong yang memiliki cerita menarik dan tentu saja makam tersebut. Pahlawan Nasional KH. Mas Mansur.

Salah satu bangunan di masjid Ampel di Surabaya

Salah satu bangunan di masjid Ampel di Surabaya

(Berlanjut ke Bagian Dua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here